Koperasi Harus Dikelola Secara Profesional bukan Berharap Bantuan

Rabu, 06 Januari 2016 16:22 WIB

Pekanbaru - Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi berharap koperasi yang sudah berdiri di Kota Pekanbaru dapat dikelola secara profesional oleh pengurus. Pasalnya keberadaan koperasi ini bisa membantu kesejahteraan masyarakat.

"Sesuai dengan yang ungkapkan  pendiri Indonesia Bung Hatta, Jika koperasi ini dikelolah dengan baik, maka dapat menjadi soko guru bagi masyarakat dari segi kesejahtraan pada ekonomi," ujar Ayat. 

Banyaknya manfaat yang ditimbulkan dari koperasi tersebut, Ayat menghimbau kepada seluruh pengurus koperasi yang ada di Kota Pekanbaru untuk segera mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). 

"Seperti tadi malam, saya ikut dalam rapat RAT koperasi sari jaya. Saya berharap agar koperasi-koperasi yang lainnya dapat melakukan hal yang sama. Sehingga koperasi tersebut dapat berkembang," ungkapnya. 

Ketika ditanya terkait banyaknya Koperasi yang tidak sehat dan berdiri karenakan adanya niat tertentu waktu mendirikan koperasi, seperti mengharapkan bantuan CSR dari pihak lain? 

Ayat menambahkan, jika tujuan koperasi seperti ini sudah tidak zamannya lagi. Pasalnya konsep dari berdirinya koperasi ini adalah dari anggota untuk anggota. 

"Jadi kalau koperasi berharap bantuan dari pihak lain itu bukan koperasi sesuai dengan konsep namanya. Tetapi 'koperasi merpati' dikasih jagung baru makan. Dikasih bantuan baru jalan, hal ini tentu tidak kita harapkan dan sudah melenceng dari kaidahnya," jelasnya 

Menurut Ayat, dari beberapa koperasi yang diikuti selama ini. Kebanyakan dari mereka, tumbuh melalui kesadaran anggota. Jika hal ini terjadi maka jumlah simpanannya koperasi akan melebihi dari jumlah anggota. 

"Jika simpanan koperasi lebih banyak dari anggota. Maka menanda bahwa masyarakat yang tergabung didalamnya sudah sejahtera. Meski demikian, dirinya berharap koperasi yang ada kembali tumbuh dan tidak mati," jelasnya. 

Sebagai mana diketahui, tahun 2016 ini Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop-UMKM) Kota Pekanbaru akan segera membekukan 571 Koperasi yang tidak sehat. Pembekuan ini dikerena para pendirinya tidak mengerti tentang koperasi. (Safrinayanti)

Baca Juga [ Ekonomi ]