Film Rubiahku Tapian Nauli

Siboga Kampung Halaman Mengangkat Cerita Rakyat 'Mande Rubiah' Jadi Sinetron

Kamis, 07 Januari 2016 09:23 WIB

Sibolga - Bekerjasama dengan Pelangi Nusantara, Siboga Kampung Halaman sebuah komunitas Face Book yang beralamat di Sibolga berencana membuat sebuah film sinetron berjudul Rubiahku Tapian Nauli. Sebuah cerita berkisah zaman dahulu saat Pesisir Sibolga dan Tapanuli Tengah masih berada di zaman Belanda. Rangkaian kisah yang dikemas tersebut menceritakan sebuah legenda cinta suci Mande Rubiah tentang asal usul Ujung Siboga, kisah yang mulai hilang dalam kazanah asal-usul sebuah daerah di Sibolga.

"Direncanakan sinetron tersebut sudah memulai  shoting  pertengahan bulan Januari 2016 ini, dan kita akan melibatkan anak-anak dari Sibolga-Tapteng," demikian pernyataan Linton Sihotang yang bertindak sebagai Produser saat ditemui Logisnews, Senin (4/1/16) kemarin di Pandeglang, Banten.

Keseriusan pembuatan sinetron ini juga telah berlangsung lebih sebulan, hal mana di Pandan Tapteng, telah lebih 3 minggu ini pelatihan pemain diadakan. Survei lokasi juga sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Para pemain yang direkrut dari anggota FB SKH (Siboga Kampung Halaman), Perguruan Silat dan Sanggar Tari Sikambang sekitar Sibolga dibimbing oleh Ahmad Sarumpaet, SE yang bertindak selaku Manager Artis/Talent.

Masriadi Pasaribu selaku Eksekutif Produser, disela-sela kesibukannya membenarkan kalau sinetron yang berjudul Rubiahku Tapian Nauli ini sudah sampai pada tahap praproduksi, dan untuk menggolkan niat tersebut akan mencoba merangkul beberapa pengusaha Sibolga dan Tapteng yang ada di Jakarta. 

"Karena sinetron ini penuh dengan sejarah, adat istiadat yang unik dari daerah Sibolga-Tapteng sekaligus panorama alam yang indah, tentunya kita berharap kerjasama inipun ikut dibantu oleh kedua daerah (Sibolga dan Tapanuli Tengah, red) karena sinetron ini kita rencanakan ditayangkan oleh salah satu stasiun TV Nasional hal mana dampaknya akan ikut mempromosikan pariwisata kedua daerah tersebut," papar Masriadi Pasaribu.

"Bukan tidak mungkin, efek dari film ini secara pasti akan memutar ekonomi kedua daerah dengan mengalirnya arus wisatawan yang terkesan akibat indah dan uniknya daerah ini, dan saya yakin sinetron ini bisa mengikuti keberhasilan Laskar Pelangi mempromosikan daerah Belitung, karena sudah sejak lama Teluk Tapian Nauli terkenal akan keindahannya, tapi terkesan dibiarkan tertidur," lanjut Syafriwal Marbun, penggagas ide cerita.

Melihat kesibukan dan keseriusan para kru yang dikomandoi Safrizal Tanjung/Bung Kelana dan Ramlan Effendi, serta pengurus teras SKH saat Logisnews meliput latihan di Pantai Bosur dan Lapangan Simaremare, nampaknya promosi wisata Sibolga-Tapteng akan bisa terdongkrak bila sinetron ini benar-benar bisa terealisasi.(SM)

Baca Juga [ Gaya Hidup ]