TV Tiongkok Luncurkan Saluran Khusus di Indonesia

Senin, 01 Juni 2015 11:06 WIB

Jakarta - Perusahaan televisi asal Tiongkok, China Central Television (CCTV) meluncurkan saluran khusus di Indonesia. Bekerjasama dengan PT. Elnet Media Bersama, CCTV meluncurkan saluran khusus Hi-Indo! Sebuah stasiun televisi, saluran free-to-air yang menyiarkan program Cina 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, di Indonesia, pada hari Kamis (28/5) di Hotel Sangri-la, Jakarta. Ini adalah proyek pertama CCTV di kawasan Asia Tenggara.

Kepala Petugas Operasi Lie Juni Fie menjelaskan bahwa saluran telah dilakukan uji coba pada bulan April, dengan siaran pemrograman dalam bahasa Mandarin, menggunakan subtitle Indonesia. Juni menyatakan saluran tersebut sebagai metode penyajian program Tiongkok dengan cara lokal.

Lebih lanjut Juni menjelaskan bahwa ketika Hi-Indo! meningkatkan pemrograman dalam beberapa bulan mendatang, Elnet akan mampu mengidentifikasi menunjukkan yang paling populer dengan pemirsa Indonesia, yang kemudian akan dijuluki dalam bahasa Indonesia.

"Pemrograman untuk Hi-Indo saat ini berasal dari CCTV, tapi Elnet memiliki kebebasan untuk memilih mana yang cocok untuk siaran di sini. Sekarang fokus saluran akan menuju program hiburan seperti drama, dokumenter, serial animasi dan sebagainya," kata Juni.

Dia menambahkan bahwa sementara pemrograman saat ini disediakan oleh CCTV, kemungkinan membuat produksi asli akan berada di kartu sebagai berjalannya waktu, dengan ide-ide termasuk seminar televisi dengan pengusaha Tiongkok untuk memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia.

Juni juga mengatakan bahwa karena keterlibatan CCTV, proyek bisa juga dilihat sebagai upaya pemerintah Tiongkok untuk mengeksplorasi cara-cara memperkuat orang-ke-orang hubungan dengan Indonesia.

"Target pasarnya adalah masyarakat Indonesia keturunan Tiongkok dan masyarakat Indonesia pada umumnya dengan usia diatas 15-40 tahun," ujar Juni.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong dan wakil menteri China Administrasi Negara Press, Publikasi, Radio, Film dan Televisi, Tong Gong, turut hadir pada peluncuran tersebut.

"Dengan prevalensi pemrograman Cina di Indonesia, kami berharap bahwa saluran ini dapat berfungsi sebagai jembatan budaya antara kedua negara," kata Tong saat peluncuran. 


Baca Juga [ Gaya Hidup ]