Kontraktor Papua Membangun Bandara Wamena dengan Hati

Senin, 22 Februari 2016 11:41 WIB

Adi Chandra

Adi Chandra, pemuda kelahiran Wamena mengerti benar tentang arti bandara bagi masyarakat Pupua, khususnya Wamena dan 7 kabupaten lain yang ada di sekitarnya. Untuk itu ketika dipercaya untuk membangun Bandara Wamena dia membulatkan tekad, bahwa pekerjaan ini bukan hanya masalah keuntungan, namun bagaimana mewujudkan bandara yang modern dan berfungsi dengan baik bagi masyarakat Wamena.

Adi mengatakan, arti bandara bagi masyarakat Wamena adalah segalanya. Karena dengan bandara semua kebutuhan pokok bisa disuplay dengan banyak. Hanya dengan bandara, ya, hanya dengan bandara tidak dengan fasilitas dan infrastruktur lainnya. "Wamena ini ada di tengah-tengan Pulau Papua. Akses ke sini hanya bisa dilalui dengan pesawat, tidak bisa dengan kapal laut, atau kendaraan darat karena jarak dan medannya tidak memungkinkan," ujar Adi kepada logisnews.co.

Adi menceritakan, tidak hanya kebutuhan pokok yang diangkut melalui pesawat, tapi juga kebutuhan lainnya seperti bahan bangunan, semen, besi, kaca dan lainnya. Tidak heran jika harga-harga barang di Wamena sangat mahal dibanding dengan harga di daerah lain yang ada di Indonesia. Adi mencontohkan, harga semen bisa mencapai Rp500 ribu per sak di Wamena. Angka itu akan membengkak hingga jutaan rupiah jika sampai di kabupaten lain yang sulit dijangkau.

"Saat menjelang Natal, hanya kebutuhan pokok yang boleh diangkut. Sementara kebutuhan bahan bangunan harap dikirimkan di kemudian hari agar tidak mengganngu arus barang," jelas Adi.

Mengingat vitalnya fungsi Bandara, Adi berani ikut tender pembangunan bandara dimana hampir tidak ada kontraktor yang berani melakukannya karena takut rugi. Namun bagi Adi, dengan harga normal dia tetap berani membangun Bandara Wamena. "Kita beruntung bekerja sama dengan kontraktor kelahiran Papua yang bekerja dengan hati, sehingga pembangunan Bandara itu kini sukses seperti sekarang ini," kata Lukman F Laisa, mantan Kabandara Wamena saat menghadiri peluncuran buku Sejarah Bandara Wamena di Jakarta (19/2).


Baca Juga [ Inspirasi ]