Gabema Tapteng-Sibolga Gelar Halal Bi Halal

Minggu, 09 Agustus 2015 23:18 WIB

Jakarta - Keluarga Besar Masyarakat Tapanuli Tengah-Sibolga (Gabema Tapteng-Sibolga) menyelenggarakan acara halal bi halal pada hari Minggu (9/8) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Halal bi halal ini dihadiri sekitar 2000 masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya.

Beberapa tokoh nasional terlihat menghadiri acara halal bi halal tersebut seperti Akbar Tandjung, Aulia Pohan serta beberapa tokoh masyarakat yang berasal dari Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Ketua Umum DPP Gabema Tapteng-Sibolga Albiner Sitompul dalam sambutannya mengatakan bahwa Sibolga dan Tapanuli Tengah lahir dan dibangun dengan latar belakang prinsip, Dalihan Natolu dan prinsif prinsif budaya nusantara.

Perkembangan sekanjutnya setelah kemerdekaan, Sibolga dan Tapanuli Tengah dipertahankan dan dibangun dengan perjuangan bersama-sama untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut Albiner menyatakan, hubungan antara budaya, agama, suku dan rass di Sibolga dan Tapanuli Tengah terus berkembang dengan mempedomani nilai-nilai kesetaraan (simbang) didalam masyarakat, yang dipopuler dengan istilah persubang, sehingga putra-putra Sibolga dan  Tapanuli Tengah banyak menjadi tokoh nasional, seperti Dr. Fardinan Lumban Tobing, Marganti Sitompul, Faisal Tanjung, Akbar Tanjung, Chairil Tanjung dan lainnya.

Kesetaraan yang tersurat dan tersirat dalam prinsip dalihan natolu terus dikembang dan dikedepankan masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah dalam membina hubungan antara pemeluk agama yang berbeda-beda.  Sebagai contoh dalam kegiatan Halal Bi Halal saat ini, memperingati Hari Natal, Hari Raya Imlek dan lainnya.

"Mari kita jaga gambaran masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sebagai masyarakat yang mempedomani prinsip persubang, agar kita terus dapat jambar yang besar, seperti yang sudah diraih para tokoh masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah di tingkat nasional,"ujarnya.

Lebih lanjut Albiner menegaskan bahwa saat ini Gabema sedang berinisiatif untuk membangun PLTA aek sirahar, yang berpotensi 7,5 MW. Saat ini sudah dalam proses pengajuan izin prinsip ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Kalau kita lihat di daerah lain, di Kabupaten Pesisir Selatan, Desa Bayang Utara. Mereka mampu membangun 200 Kw dan sudah bias menerangi daerahnya, serta dibina melalui wadah koperasi. Tentunya hal yang sama dapat kita kembangkan di Sibolga dan Tapanuli Tengah," katanya.

Ia menegaskan, jika suatu daerah memiliki ketahanan energi, maka masyarakat akan mudah mengolah hasil bumi, misalnya untuk mengolah karet, dengan menggunakan mesin tenaga lisrik PLTA, untuk membuat karet lateks sehingga mempunyai nilai jual karet itu lebih tinggi.

Anggaran pembanguna PLTA Aek Sirahar, lanjut Albiner, diperkirakan Rp. 2milyar untuk 100 Kw, Rp. 20 Milyar untuk 1 Kw, sehingga untuk membangun 7,5 Mw di Aek Sirahar, dibutuhkan Rp. 150 Miliar dan hasilnya dapat menghidupi listrik seluruh wilayah Barus dan sekitarnya.

Adapun pengembalian modal investasi dapat dicapai selama 5 tahun, kemudian tahun berikutnya menjadi keuntungan selama 25 tahun dalam perjanjian kontrak jual beli listrik dengan PLN.

"Saya berkeyakinan, melalui silaturahim ini, para masyarakat rantau Sibolga Tapanuli Tengah mampu berinvestasi. Mohon jawabannya melalui pengisian formulir yang telah disediakan panitia Halal Bi Halal Gabema. Yakinlah, apabila dikelola secara professional dan akuntable akan memperoleh hasil yang baik," ujarnya.


Baca Juga [ Komunitas ]