Jelang Festival Danau Toba 2016

Pemkab Siapkan Homestay

Rabu, 07 September 2016 10:01 WIB

MEDAN- Menjelang pelaksanaan Festival Danau Toba 2016 yang akan berlangsung 9-12 September mendatang di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sejumlah persiapan dilakukan guna menggelar kegaitan akbar untuk menduniakan kawasan wisata di Sumatera Utara (Sumut) ini. Salah satu antisipasi membludaknya pengunjung, pemerintah setempat menyiapkan banyak homestay.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Elisa Marbun mengatakan, saat ini persiapan pelaksanaan Festival Danau Toba 2016 terus dilakukan. Secara teknis dilakukan oleh Event Organizer (EO) untuk rangkaian acaranya selama sekitar empat hari di Kaecamatan Muara, Kabupaten Taput. Namun untuk penunjang lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti maskapai penerbangan yang melayani rute ke Bandara Silangit.

"Kita menargetkan untuk wisatawan nusantara, ada sekitar 15ribu orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara kita terget seribu orang," ujar Elisa bersama Bupati Taput Nikson Nababan dalam temu pers persiapan Festival Danau Toba, di Hotel Grand Darussalam, Medan, Selasa (6/9) malam.

Elisa mengungkapkan, festival ini merupakan event yang didanai oleh APBN Kementerian Pariwisata RI, APBD Provinsi Sumut dan APBD Kabupaten Taput yang nantinya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. "Untuk sekarang, penerbangan yang menuju Bandara Silangit hampir dipastikan sudah penuh dari mulai festival hingga tanggal berakhirnya. Kita juga berharap ada penambahan penerbangan oleh maskapai yang ada sekarang ini," sebutnya.

Sementara Bupati Taput Nikson Nababan mengungkapkan pihaknya juga sudah meminta kepada maskapai penerbangan seperti Garuda, Lion dan Sriwijaya untuk menambah penerbangan di Bandara Silangit. Saat ini rute yang sudah ada adalah Jakarta-Silangit, Kualanamu-Silangit serta Batam-Silangit.

"Menjelang event ini, lonjakan penumpang terjadi. Yang biasanya hanya 50-100 penumpang per hari, sekarang setidaknya meningkat 300-400 penumpang setiap harinya. Untuk itu kita berharap ada penambahan jadwal terbangnya," sebut Nikson.

Sedangkan selain persiapan dalam rangkaian kegiatan nantinya, lanjut Nikson, Pemkab Taput sebagai tuan rumah menyaipkan sejumlah homestay atau rumah masyarakat yang diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin menginap di sekitar lokasi digelarnya vestifal. Hal itu dilakukan, mengingat keterbatasan penginapan berupa hotel dan sejenisnya.

"Untuk kekurangan hotel di sana (Muara), sudah diantisipasi dengan menyiapkan homestay yang dapat menampung para pengunjung yang datang. Karena dengan target peserta dan pengunjung, tentu tidak ada cukup penginapan yang ada di kawasan itu. Kita juga terus berupaya menambah jumlahnya," ujar Bupati Taput Nikson Nababan.

Selain persiapan tersebut, pihaknya juga telah meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan momentum ini untuk mematok harga tinggi untuk setiap homestay. Mengingat momentum ini akan menjadi catatan pengalaman bagi pengunjung untuk berkenan datang kembali setelah vestifal. Terutama bagi para pedagang makanan, dirinya meminta untuk dibuat daftar harga yang wajar.

"Untuk homestay ini nanti juga akan kita tata sedemikian rupa, agar kedepan para wisatawan bisa memanfaatkannya untuk penginapan," sebutnya.

Untuk lokasi pelaksanaan festival sendiri, hampir seluruhnya terpusat di Muara. Hanya lomba paduan suara saja yang mengambil tempat di Kota Tarutung (ibukota Taput). Mengingat untuk fasilitas pendukung pelaksanaannya, tidak tersedia di Muara. "Kita berharap dukungan semua pihak, termasuk para perantau asal Muara yang kita perkirakan banyak yang pulang kampung, apalagi ini kan waktu libur juga," katanya.

Baca Juga [ Travel ]