Samosir Lake Toba Ultra Digelar

Ikutkan Peserta dari 16 Negara

Jumat, 16 September 2016 22:29 WIB

MEDAN- Samosir Lake Toba Ultra kembali digelar tahun ini. Event lomba yang diselenggarakan di kawasan daratan Danau Toba ini, merupakan kali kedua setelah perdana digelar pada 2015 lalu. Hari ini, ribuan peserta dari sekitar 16 negara di dunia akan ikut lomba lari marathon di pulau Samosir.


Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian event Toba International Detour. Sebagai wujud kepedulian atas perkembangan dan kemajuan potensi wisata Danau Toba serta Pula Samosir.

"Samosir Lake Toba Ultra 2016 adalah kegiatan lomba lari marathon yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 September 2016. Event ini sangat bergengsi sekali, di mana diikuti oleh peserta dari 16 negara seperti Amerika, Inggris, Malaysia, Singapura, Australia, dan lainnya," ujar Rapidini saat menggelar temu pers di Hotel Santika Dyandra, Selasa (13/9) lalu.

Dijelaskan Rapidin, pada lomba lari marathon sangat berbeda. Sebab, nantinya peserta akan melewati desa-desa yang masih alami dengan nuansa budaya khas tanah Batak. Sehingga, dengan demikian menjadi nilai tambah tersendiri. Selain dari hadiah yang diperebutkan, dengan jumlah total sebesar Rp125 juta.

"Dalam kegiatan tersebut, akan diisi oleh kegiatan kesenian budaya Batak. Ini menjadi nilai tambah tersendiri. Karena, di samping nilai kesehatan didapat, nilai budaya juga diperoleh. Rencananya, acara tersebut dibuka oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan," sebut Rapidin.

Diutarakannya, kegiatan tersebut akan berlangsung tepat di tengah Danau Toba, yang terkenal dengan keindahan alamnya. Lomba ini akan memperlombakan 4 kategori, yakni 50K, 25K, 10K dan 5K. Total peserta lomba ini diikuti oleh 1.050 orang.

"Lomba yang diagendakan secara tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata di Danau Toba dan Pulau Samosir. Dengan begitu, maka akan semakin banyak wisatawan yang datang," katanya.

Sementara, Kadis Pariwisata Samosir, Ombang Siboro menambahkan, jalur lintasan lari merupakan jalan beraspal mendatar hingga menanjak, yang cukup memacu adrenalin peserta. Namun, jalur lomba tersebut aman dan nyaman serta hawa sejuk memberikan semangat lebih kepada peserta.

"Sepanjang lintasan lari tersebut merupakan pantai, lembah, bukit, sehingga akan terlihat perkampungan tua Batak. Oleh karenanya, sangat kecewa bagi wisatawan yang tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini," tukasnya.

Baca Juga [ Travel ]