Sibolga Carnival, Daya Tarik Baru Wisatawan

Kamis, 13 Oktober 2016 21:38 WIB

Ilustrasi

SIBOLGA - Sibolga sebagai daerah perikanan nasional hampir semua orang tahu. Kota kecil yang indah ini sejak dahulu selalu dikaitkan sebagai kota pantai yang permai, konon sangkin permainya nama Tapanuli berasal dari nama daerah ini yakni Tapian Nauli. 


Sebagai kota kecil yang dipagari gunung dan laut tidak ada lagi cara memajukan kota ini selain mendongkrak wisatanya. Kelihaian mengelola kelebihan kota adalah aset yang layak dijual dan tentunya layak pula dipelihara dan ditingkatkan. Banyak kota yang sangat pintar mencari peluang agar kota mereka jadi kunjungan wisata, semisal Sawahlunto di Sumbar, kota bekas tambang batubara yang tidak banyak keistimewaannya kini telah menjelma jadi kota kunjungan wisata dengan Sawahlunto Internasional Songket Carnival yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Agustus. 

Sawahlunto International Songket Carnival merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut diisi dengan agenda Pawai Budaya yang menampilkan berbagai kreasi busana berbahan songket yang dilakukan oleh kelompok masyarakat, organisasi sosial, dinas instansi pemerintah, BUMN, sekolah dan sebagainya serta melibatkan desainer-desainer lokal.

Belakangan Sawahlunto telah melejit dan menjadi perhatian desainer internasional karena unik dan menarik perhatian turis mancanegara. Begitu juga Jember Festival yang tadinya iseng-iseng dilakukan para perancang lokal saat libur sekolah, kini telah menjadi even tetap daerah Jatim. Festival yang setiap tahun terus ditingkatkan dan selalu berganti thema telah mampu menyedot pengunjung sampai 300 ribu orang pertahun dan kunjungan wisatanya sampai seminggu ! 

Sibolga yang diam-diam telah mencoba hal yang sama nampaknya perlu merancang hal yang berbeda agar tidak dikatakan meniru dan mengekor sehingga nanti bisa kurang dilirik. Terbukti Peringatan Hari Pariwisata Sedunia yang dilaksanakan beberapa hari kemarin, telah mengejutkan masyarakat Sibolga dan para pelancong yang kebetulan berada di Sibolga. Sebuah kegiatan pawai pakaian adat dibarengi pakaian kereasi yang meniru Festival Jember sontak membuat penonton terkagu-kagum.

Kedepan para penggagas dan panitia perlu lebih fokus agar acara serupa lebih berkelas. Pemilihan thema perlu diterapkan agar para peserta lebih teratur dalam ide. Sebagai kota bahari dan padat sejarah serta berbagai suku, tidak akan habis-habisnya ide berkeluaran, ambillah misalnya tahun depan dengan Thema Nelayan, pasti para desainer akan fokus menggali budaya dan tradisi Sibolga dan ini unik berbeda dengan Sawahlunto dengan songketnya.

Event ini eloknya berdekatan dengan Festival Danau Toba, agar turis yang datang lebih banyak, dan pasti terpesona karena mendapatkan kejutan lain alam serta budaya berbeda. Begitu juga promosi perlu ditingkatkan agar semua mendapat manfaatnya seperti hotel, travel, kuliner dan lain sebagainya. Rute-rute karnaval dirapikan agar penonton tertip tidak berdesakan, untuk itu semua masyarakat dilibatkan karena nantinya acara ini untuk masyarakat juga. Inilah persentuhan langsung maupun syarakat Sibolga terhadap wisata dan membuat kota ini semakin jaya.

Baca Juga [ Travel ]