GPII Jadikan Momentum Sumpah Pemuda untuk Perkuat Kebhinekaan

Senin, 31 Oktober 2016 07:33 WIB

Para pemuda yang tergabung dalam GPII dan PII melakukan renungan suci memperingati Hari Sumpah Pemuda (28/10/2016)

Jakarta - Bulan Oktober mempunyai sejarah penting bagi kemerdekaan Indonesia. Di bulan ini, tepatnya 28 Oktober tahun 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda. Satu Nusa, Bangsa, dan Bahasa. Persatuan yang didengungkan para pemuda itu menjadi pondasi penting dalam sejarah Indonesia di masa selanjutnya.

Sejumlah elemen pemuda pun ingin menjadikan Sumpah Pemuda untuk mempererat Persatuan dan Kesantuan Indonesia. Hal ini misalnya dilakukan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dan Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) yang menggelar renungan suci di depan patung MH Thamrin dan Patung Kuda Jakarta Pusat pada Jumat malam (28/10). Menurut Ketua Bidang Dakwah PP GPII Nanang Qosim, tahun ini format peringatan Hari Sumpah Pemuda dilakukan dengan cara yang berbeda. Selain mengibarkan bendera Merah Putih, para pemuda tersebut juga melakukan renungan suci untuk menghayati nilai-nilai Sumpah Pemuda. "Nilai-nilai Sumpah Pemuda ini sangat penting di era sekarang di mana banyak pihak yang ingin memcah belah Indonesia. Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, Kami ingin merawat kebhinekaan dan merawat persatuan," tegas Nanang.

Ratusan pemuda yang melakukan aksinya itu juga membacakan ikrar "Wujudkan Indonesia tanpa SARA". Menurut Nanang, Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya etnik, suku, budaya, hingga organisasi yang terbentang dari Sabang sampai Marauke, serta dari Miangas sampai Pulau Rote. Semua kekayaan itu hanya bisa dipelihara dengan persatuan.

Nanang mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga persatuan untuk Indonesia yang kuat, dan bermartabat. Sehingga mampu bersaing dalam kancah internasional.


Baca Juga [ Komunitas ]