Kelola Danau Toba

Pemerintah Diajak Belajar dari Jepang

Sabtu, 12 November 2016 12:15 WIB

MEDAN- Pengelolaan kawasan pariwisata Danau Toba yang kini menjadi salah satu program kerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo guna menjadikan danau super vulcano ini sebagai objek wisata berkelas dunia. Untuk pengembangannya, pemerintah pun diajak belajar dari Negara Jepang yang dinilai berhasil menyulap satu daerah yang kurang tertata mejadi terkenal.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumatera Utara (Sumut) Elisa Marbun mengatakan dirinya telah mengikuti serangkaian seminar dan pertemuan dengan sejumlah kementerian, terkait rencana pengembangan kawasan wisata Danau Toba dari berbagai aspek pembangunan seperti infrastruktur, kehutanan, lingkungan hidup dan lainnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam hal ini menjadi salah satu bagian penting dari rencana besar tersebut.

"Pertemuan yang saya hadiri di Bali waktu itu bertujuan agar semua kementerian terkait bisa bersinergi menjadikan kawasan Danau Toba seperti yang direncanakan. Jadi tidak hanya terfokus kepada satu atau beberapa pihak saja, tetapi semua pihak yang terkait," ujar Elisa di ruang kerjanya, Jumat (11/11).

Dari pertemuan tersebut, lanjut E Marbun, Negara Jepang menjadi contoh bagi Indonesia untuk bisa dipelajari bagaimana cara mengembangkan kawasan khususnya untuk tujuan wisata. Menurutnya, di Negara matahari terbit itu banyak sekali kawasan yang dinilai terbuang atau menjadi tempat pembuangan. Namun bisa disulap menjadi lokasi yang menarik untuk dikunjungi.

"Di Negara Jepang itu banyak sekali tempat pembuangan, tetapi bisa dirubah menjadi tempat yang cantik dan indah," sebutnya.

Dengan begitu, katanya, sudah seharusnya Danau Toba yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), juga bisa disulap menjadi satu daerah yang luar biasa cantik, indah serta penuh dengan pesona yang menarik banyak minat wisatawan baik nasional hingga mancanegara. Mengingat banyak sekali potensi di dalamnya.

"Kalau Jepang yang bisa merubah tempat pembuangan menjadi menarik, kenapa kita tidak bisa?. Dengan danau yang begitu indah," katanya.

Diakuinya, dengan pengembangan tersebut tentu akan ada pro dan kontra di dalamnya, mengingat akan ada perubahan yang signifikan seperti pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur hingga proses peralihan sumber ekonomi menjadi berbasis wisata. Namun jika dikerjakan bersama secara menyeluruh, maka rencana menjadikan Danau Toba go internasional bukan hal yang mustahil.

"Jadi memang tidak ada yang merasa tanggungjawab atau punya kewenangan sendiri-sendiri. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menunjukkan keseriusannya, begitu juga Gubernur Sumut (Tengku Erry Nuradi)," katanya.

Dirinya berharap, apapun langkah yang akan diambil pemerintah melalui pembentukan Otorita Danau Toba dengan Perpres Nomor 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Danau Pengelola Kawasan Danau Toba, dapat terealisasi untuk mewujudkan pariwisata kelas dunia di tanah batak.

Baca Juga [ Travel ]