Kabupaten Tapanuli Tengah, Surga Wisata Sejuta Pesona

Minggu, 23 Agustus 2015 13:06 WIB

Anda suka travelling? Sudahkah anda pernah melihat sebuah pulau yang memiliki air terjung yang langsung terjun ke laut lepas? Atau sudahkah anda berziarah ke makam para ulama yang pertama kali mensyiarkan Islam di Indonesia? Untuk mendapatkan itu semua, anda harus berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang terletak di pantai barat Sumatera dan berbatasan secara langsung dengan Samudera Hindia. Secara geografis, Kabupaten Tapanuli Tengah membentang disepanjang pesisir pantai barat Sumatera mulai dari Kabupaten Tapanuli Selatan hingga perbatasan Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh.

Meski secara langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, namun sebagai besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah adalah wilayah pegunungan.  Perpaduan kontruksi alam inilah yang membuat Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi surga wisata.

Pariwisata  menjadi salah satu sektor utama perekonomian di Kabupaten Tapanuli Tengah selain kelautan dan perikanan serta pertanian dan perkebunan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah gencar melakukan promosi wisata dan budaya ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk objek wisata, Kabupaten Tapanuli Tengah mungkin menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki objek wisata yang lengkap, mulai dari objek wisata pantai, air terjun hingga wisata rohani.

Salah satu lokasi pantai yang kini sangat banyak dikunjungi oleh masyarakat adalah Pulau Mursala. Pulau yang terletak di 01.38'6,09" Lintang Utara dan 98.35'7,22" Bujur Timur itu merupakan pulau terluas di kawasan Teluk Tapian Nauli. Untuk mencapai pulau tersebut, diperlukan perjalanan selama kurang lebih 3 jam dari wilayah daratan Tapanuli Tengah.

Kelebihan Pulau Mursala dibanding pulau-pulau lain di Indonesia adalah keberadaan air terjun yang langsung jatuh ke laut lepas dengan ketinggan sekitar 35 meter. Air terjun Pulau Mursala berasal dari aliran sungai yang membelah pulau tersebut.

Air terjun itu menimbulkan riak yang berpadu dengan gelombang. Air mengalir pada batuan granit kemerah-merahan di tebing pulau, lalu tercurah dalam volume yang besar ke permukaan laut dengan bunyi berdebum-debum. Volume air terjun akan lebih besar lagi pada saat musim penghujan tiba.

Pesona Pulau Mursala tidak hanya berhenti pada air terjunnya. Panorama bawah lautnya tidak kalah menakjubkan. Terumbu karang di sekitar air terjun dapat dilihat secara jelas dari atas kapal dan mengundang siapapun yang melihat untuk melakukansnorkeling.Di perairan ini, 700 macam ikan tropis akan menghibur kegiatan snorkeling dan diving yang kita lakukan. Inilah surga tersembunyi di tengah lautan Sumadera Hindia.

Tidak hanya wisata air terjun di Pulau Mursala, Tapanuli Tengah juga memiliki lokasi wisata rohani berupa Makan Papan Tenggi dan Makan Mahligai di Kecamatan Barus. Keberadaan makan ini merupakan bukti sejarah, Islam pertama kali masuk ke Indonesia. Barus pada jaman dahulu merupakan sebuah kota perniagaan yang banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari berbagai negara baik dari Timur Tengah dan Eropa.

Pemakaman di Papan Tinggi ini terdiri dari satu makam yang cukup istimewa dengan panjang sekitar 7 meter, dan batu nisan yang tingginya sekitar 1,5 meter. Di sampingnya terdapat beberapa makam yang nisannya terbuat cukup sederhana dari batu yang ditegakkan tanpa ada tanda sama sekali. Untuk mencapai permakaman ini, kita perlu berjalan kaki menuju sebuah bukit yang terletak di sebelah timur jalan antara Barus menuju Manduamas. Dari kaki bukit kita harus menaiki sekitar 710 anak tangga menuju puncak bukit, tempat tapak pemakaman. Selain menyaksikan pemakaman bersejarah, ditempat ini juga kita dapat menikmati pemandangan yang sangat indah, melihat wilayah Barus dari ketinggian.

Sementara, Makam Mahligai merupakan areal pemakaman kuno yang mengandung banyak nilai sejarah dan menjadi salah satu tujuan para peneliti, khususnya yang melakukan riset tentang arkeologi. Sesuai dengan namanya, penyebutan Makam Mahligai merujuk pada kata "mahligai" yang berarti istana kecil yang dibangun oleh Syekh Siddiq. Namun ada juga yang berpendapat bahwa dalam bahasa Arab, Mahligai berasal dari kata Almahligai yang artinya pendatang. Makam Mahligai berarti makam pendatang.

Makam Mahligai berada diatas lahan seluas kurang lebih 1.5 hektar. Pada kompleks makam ini, beberapa data menyebutkan terdapat 215 nisan tua yang berukir aksara Arab kuno dan Persia dengan ukuran dan bentuk bervariasi. Selain ukuran batu nisan, panjang makam juga tidak sama. Keberadaan makam ini mencatatkan sejarah bahwa aktivitas Islam telah ada sekitar abad ke-7 masehi.

Sekilas Makam Mahligai tampak seperti Gunung Padang yang ada di daerah Cianjur, Jawa Barat. Hanya saja jika Gunung Padang merupakan situs dari zaman megalitikum dengan bongkahan balok dan tiang batu yang tampak berserakan seperti tidak beraturan, berbeda dengan Makam Mahligai yang juga tampak berserakan namun memang merupakan kumpulan bebatuan nisan.

Tapanuli Tengah juga memiliki beberapa lokasi wisata yang cukup menarik seperti Pantai Bosur, Pantai Pandan, Pantai Binnasi, Sorkam, Air Terjun Sibuni-buni dan lain-lain. Jadi, anda harus memasukkan Kabupaten Tapanuli Tengah dalam daftar travelling anda!


Baca Juga [ Travel ]