Syukran Jamilan Tanjung, SE. "Program Itu Harus Dirasakan Langsung Oleh Masyarakat"

Minggu, 23 Agustus 2015 13:13 WIB

Belum genap satu tahun, Syukran Jamilan Tanjung menerima amanah sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tapanuli Tengah. Sadar masih banyak mesti dibenahi, dirinya langsung tancap gas menggenjot pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Syukran pun membuat skala prioritas program. Program-program yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat menjadi prioritas utama. Bagi Syukran, program pembangunan itu harus bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Apa saja yang menjadi prioritas pembagunan yang akan dilakukan oleh Syukran J Tanjung? Lalu bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Berikut penuturannya kepada wartawan LOGIS, Masriadi Pasaribu dan Sunardi Panjaitan.

Sejak ditunjuk menjadi Plt. Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, apa saja yang sudah bapak lakukan?

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mempertajam visi-misi Bosur (Raja Bonaran Situmeang-Syukran J Tanjung). Saya melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh program yang ada. Apa-apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, apa yang belum dilakukan. Dari situ saya lihat, mana yang benar-benar harus dilanjutkan, mana yang harus ditinggalkan dan mana yang harus direvisi.

Langkah selanjutnya?

Setelah dilakukan evaluasi, saya kemudian membuat skala prioritas. Saya ingin program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Tapteng bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ada tiga sektor utama yang menjadi prioritas saya, yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Untuk sektor infrastruktur apa yang sudah dilakukan?

Pada tahun ini akan dilakukan pembangunan jalan nasional sepanjang 36 KM mulai dari batas Kota Sibolga hingga batas Kabupaten Tapanuli Selatan. Saat ini sedang dalam proses tender dan pembebasan lahan. Jalan ini merupakan akses utama menuju Bandar Udara Ferdinan Lumban Tobing, Pinangsori. Selain itu, kami juga akan menyelesaikan pembangunan jalan Rampa-Poriaha.

Selain jalan, infrastruktur irigasi juga menjadi hal yang sangat penting. Alhamdulillah, pada tahun ini, Kabupaten Tapanuli Tengah mendapatkan anggaran sebesar Rp80 miliar dari APBN untuk pembangunan irigasi. Kita akan membangun irigasi di Kecamatan Tukka, Barus dan Sorkam. Kita ingin melakukan swasembada pangan yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat.

Pembangunan infrastruktur lainnya adalah pembangunan dermaga perikanan di Kecamatan Barus. Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun ini mendapat anggaran sebesar Rp30 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diperuntukkan untuk membangun dermaga tersebut. Jika dermaga ini nanti beroperasi, maka diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil kelautan sehingga bisa mensejahterakan nelayan di kawasan sekitarnya.

Untuk sektor pendidikan dan kesehatan, apa yang akan dilakukan?

Di sektor kesehatan, kita akan meresmikan RSUD Barus pada saat perayaan ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah yang ke-70.RSUD ini akan diberi nama RSUD Zainal Arifin. Beliau adalah pahlawan nasional yang merupakan putra Barus. Dengan beroperasinya RSUD ini, maka Tapteng akan memiliki dua RSUD yaitu RSUD Pandan dan RSUD Zainal Arifin, Barus. Dengan demikian, akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bisa lebih mudah.

Sementara untuk sektor pendidikan, kita memiliki anggaran sebesar 20 persen dari APBD untuk sektor pendidikan. Saya juga inginkan agar anggaran ini tepat sasaran dan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan saya instruksikan untuk memastikan hal itu berjalan.

Bagaimana untuk sektor pariwisata?

Sama dengan sektor lain. Saya juga melihat mana yang paling utama dan paling penting untuk segera dilakukan. Dan saya melihat, yang paling penting adalah membangun sarana dan prasarana pariwisata terutama di Makam Papan Tenggi dan Makam Mahligai, Kecamatan Barus.  Pada tahun ini, kita mendapat dana sebesar Rp5 miliar dari APBD Provinsi dari Rp20 miliar yang kita rancangkan.

Selain itu, kita juga akan membangun Mesjid Terapung di Pantai Bosur. Jadi nanti Tapteng memiliki Mesjid Terapung di atas laut seperti Mesjid Terapung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Diharapkan kehadiran Mesjid Terapung ini akan menjadi magnet pariwisata baru di Tapanuli Tengah.

Kita juga akan terus melakukan promosi pariwisata yang ada di Tapanuli Tengah ke masyarakat luar. Apalagi, saat ini Tapanuli Tengah sudah dapat diakses dengan mudah. Dalam satu tahun terakhir, Garuda Indonesia sudah membuka rute penerbangan langsung Pinangsori-Jakarta. Saat ini saya sedang mendorong dilakukannya kalibrasi peralatan navigasi yang ada di Bandar Udara Ferdinan Lumban Tobing, Pinangsori oleh Kementerian Perhubungan. Tujuannya agar penerbangan ke Tapanuli Tengah tidak terganggu saat cuaca kurang baik. Selama ini, ketika cuaca kurang baik, jadwal penerbangan terganggu karena pilot tidak bisa mendaratkan pesawat ke Bandara Ferdinan Lumban Tobing.

Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari rencana kita untuk mendorong maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia dan Wings Air agar membuka rute penerbangan baru dari dan ke Pinangsori seperti Pinangsori-Batam, Pinangsori-Johor atau Pinangsori-Penang. Disisi lain, kita juga sedang mengupayakan ada penerbangan dari Pinangsori ke Gunung Sitoli sebagai vendor (pendukung) penerbangan dari Pinangsori ke Jakarta. Persyaratannya adalah berfungsinya semua alat-alat navigasi yang ada di Bandar Udara Ferdinan Lumban Tobing, Pinangsori.

Jika semua ini bisa terealisasi dengan baik, maka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Bagaimana dengan PAD (pendapatan asli daerah) dan APBD?

APBD Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sekitar Rp900 miliar. PAD baru mencapai Rp40 miliar. Saya akan terus mencari peluang-peluang baru untuk meningkatkan PAD. Salah satunya dengan memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Dengan dibangunnya sarana dan prasarana pendukung pariwisata, nanti kita sudah dapat menerapkan retribusi seperti retribusi parkir, makanan dan lain-lain. Disamping itu, kita juga akan memaksimalkan pendapatan dari sektor-sektor produktif lainnya.

Terkait dengan perayaan hari ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah yang ke-70, mengapa tahun ini dipusatkan di Terminal Pandan?

Betul. Pada tahun ini perayaan ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah akan dipusatkan di terminal Pandan. Terminal Pandan ini merupakan terminal lama yang sudah selesai dibangun sejak 10 tahun yang lalu. Namun, sayangnya keberadaan terminal ini tidak dimaksimalkan dengan baik. Padahal terminal ini memiliki lahan yang sangat luas yaitu 10 hektar dan fasilitasnya sudah cukup memadai.

Bagi saya, terminal ini harus dimanfaatkan segera. Apalagi, di Kecamatan Pandan ini tidak ada terminal. Yang ada adalah terminal bayangan. Bisa bayangkan, kita memiliki terminal yang luas dan  lengkap dengan fasilitasnya, tapi yang berkembang justru terminal bayangan.

Disisi lain, Kecamatan Pandan juga tidak memiliki pasar permanen. Yang ada adalah pasar tumpah dibeberapa titik. Saya merencanakan, dengan dioperasikannya terminal Pandan, maka nanti juga akan dibangun pasar di area terminal tersebut.

Di sekitar area terminal, saat ini juga telah berdiri kantor Polres Tapteng, kantor Samsat, kecamatan dan puskesmas. Saat ini juga sedang dibangun beberapa perumahan di sekitar terminal. Sehingga kedepan, kawasan ini akan lebih berkembang dengan diaktifkannya terminal Pandan.

Saya sudah berbicara dengan pihak Organda untuk membicarakan angkutan kota (angkot) masuk  ke terminal. Sehingga tidak lagi berada di terminal-terminal bayangan. Alhamdulillah, mereka bersedia masuk ke terminal.

Oleh sebab itu, sebagai langkah awal dioperasikannya terminal Pandan, maka perayaan ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah akan dipusatkan di terminal Pandan. Saya sudah adakan senam bersama PNS Pemkab Tapteng di terminal Pandan beberapa waktu yang lalu sekaligus juga diadakan acara bersih-bersih terminal

Pada perayaan ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah nanti, juga akan diresmikan nama jalan menuju terminal yaitu Jalan Jenderal Feisal Tanjung. Ini adalah sebagai bentuk penghargaan kita kepada para tokoh nasional yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Apa harapan dan himbauan bapak di ulang tahun Kabupaten Tapanuli Tengah yang ke-70 ini?

Saya berharap masyarakat ikut serta membantu pemerintah melaksanakan pembangunan di Tapteng. Jangan pemerintah dipaksa untuk melakukan pembangunan, tapi masyarakat tidak mendukung. Sebagai contoh, jalan nasional dari Sibolga hingga ke Tapsel setiap hari dikeluhkan masyarakat karena berlobang dan rusak. Namun, saat pembangunan akan dilakukan dan proses pembebasan lahan dimulai, masyarakat memasang harga yang tinggi. Sehingga menyulitkan pemerintah melakukan pembebasan. Padahal, jika jalannya sudah bagus, nanti harga tanah di wilayah tersebut secara otomatis juga akan meningkat. Jadi harus saling mendukung antara pemerintah dan masyarakat. Kita terus lakukan sosialisasi dan memberi pengertian kepada masyarakat.

Untuk masyarkat perantau?

Pemerintah memerlukan banyak anggaran untuk membangun Tapteng. Oleh sebab itu, mari sama-sama kita bekerjasama. Jika ada informasi tentang investasi, tolong disampaikan kepada pemerintah.

Kita juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat Tapteng untuk terus membantu pembangunan di tapteng.[]


Baca Juga [ Inspirasi ]