Puisi: Kerinduan Tanpa Perang

Rabu, 21 Desember 2016 10:34 WIB

CNN Indonesia/REUTERS/Abdalrhman Ismail)


  LOGISNEWS CO JAKARTA-- Musik rock memukul malam dengan dentuman keras. Konflik kepentingan menuai korban. Resolusi berhenti ditujuan tanpa matahari. Perang menjadi polarisasi warna-warni.

Korban perang berbaris menuju tenda pengungsian. Keputusan politik menjadi bunga diplomasi. Anak-anak mencari buku ingin belajar, sekolah menjadi puing tempat bersarang burung bangkai.

Para diplomat berterbangan di atas langit, sibuk mencari kosa kata baru tentang perdamaian. Rudal tetap ditembakan menjadi burung besi menerkam kawasan kemanusiaan.

Suara-suara menjadi frekuensi penyiaran nasib dunia. Para pengungsi tetap dalam barisan menuju antrian kehidupan, meski kehilangan hak hidup dan kemanusiaan.

Anak-anak di pengungsian tetap memegang matahari harapan. Diplomasi menjadi abstraksi kalimat berantai penengah konflik di antara grafiti buram perdamaian.

Semoga langit dan bumi menemukan kembali buku-buku dan sekolah yang hilang? Doa terbaik bagimu Bana Alabed, di Aleppo Suriah. Semoga dikau baik-baik saja. Peluk sayang sepenuh cinta. (ded/ded)


Baca Juga [ Inspirasi ]