Kondisi Terakhir Sejumlah Gerai 7-Eleven setelah Gulung Tikar

Senin, 10 Juli 2017 15:13 WIB

Logo 7-Eleven. REUTERS/Yuriko Nakao.

LOGISNEWS CO JAKARTA- Sejumlah gerai 7-Eleven terpantau belum berubah fungsi sejak toko ritel modern itu gulung tikar. Aset yang ada di dalam toko terlihat masih di tempatnya. Dari pengamatan Tempo di salah satu gerai 7-Eleven di Jalan Raya Cikini, tampak lemari pendingin dan rak-rak tempat menjajakan makanan belum diangkut. Payung-payung meja terlipat serta tersimpan di samping toko.Roni, juru parkir kawasan itu, mengatakan di dalam gerai masih tersimpan banyak barang. “Memang sudah tidak ada aktivitas. Terkadang ada yang menjaga, tapi jarang,” ujar Roni, yang mendengar lokasi 7-Eleven itu diminati banyak orang. "Banyak yang bertanya dan ingin menempati."

Gedung berukuran sekitar 15 x 10 meter itu berhiaskan neon 7-Eleven. Lahan parkirnya ramai dipenuhi mobil dan motor. Namun ruangan gedung itu gelap karena lampunya dipadamkan. Jendela kaca ditutup plastik hitam dari dalam. Di depan pintu tertulis tutup mulai 15 Juni 2017 serta bagian bawahnya tertera ucapan terima kasih kepada para pelanggan. Ferry, seorang pengelola kantor layanan travel, mengatakan dulu buka 24 jam dan menjadi tempat berkumpul anak muda hingga larut malam. “Kalau dulu yang nongkrong, itu banyak. Cikini kan ramai terus,” ujarnya. Ferry belum mendengar bakal ada perubahan fungsi bekas gerai 7-Eleven. “Barang-barang seperti mesin foto copy masih ada di dalam.”

Berbeda dengan gerai di Cikini, gerai 7-Eleven di Jalan Teuku Cik Ditiro, Jakarta Pusat, tampak terang benderang. Neon penanda toko terlihat menyala. Kendati tak beroperasi, genset tetap mengalirkan listrik menerangi bangunan.

“Tidak ada aktivitas dan tukang parkir, tapi listrik tetap menyala,” ujar Nurjaman, pedagang yang berada tak jauh dari lokasi itu.Gerai di Jalan Raden Saleh juga tampak terang. Uji, petugas keamanan, mengatakan 7-Eleven tidak beroperasi sejak 1 juli 2017. "Tapi listrik tetap menyala," katanya. “Saya belum tahu sampai kapan tutupnya. Meski tutup, terkadang ada yang datang."

Baca Juga [ Ekonomi ]