Glodok Sepi Sampai Laba Indomaret Anjlok, Ekonomi Lesu?

Rabu, 02 Agustus 2017 15:35 WIB

Foto: Grandyos Zafna

LOGISNEWS CO JAKARTA - Ada anomali dalam perekonomian Republik Indonesia saat ini. Data-data makro ekonomi menunjukan hasil yang positif, namun ternyata di lapangan sejumlah sektor mengalami perlambatan, seperti rite.

Isu lesunya ekonomi berhembus ketika beredar pemberitaan beberapa pusat perbelanjaan seperti Glodok, WTC Mangga Dua, dan Roxy Square sepi pengunjung. Bahkan di Glodok dan WTC Mangga Dua banyak pedagang yang sudah menutup rapat tokonya.

Lesunya ekonomi dan daya beli sepertinya semakin nyata dengan kinerja perusahaan-perusahaan pemilik ritel yang ternyata cukup mengecewakan. Seperti misalnya pemilik saham Indomaret, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang ternyata laba bersihnya turun drastis.

Indoritel Makmur Internasional pada semester I-2017 hanya mampu meraup laba bersih Rp 30,5 miliar. Angka itu turun drastis 71,03% dari laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 105,5 miliar.Memang merosotnya kinerja dari DNET belum tentu dipastikan kinerja Indomaret juga mengecewakan. Sebab emiten ini juga memiliki saham di PT Fast Food Indonesia Tbk dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk.

Kendati begitu, jika dilihat dari pos pendapatan perseroan meningkat 145,2% dari Rp 9,19 miliar menjadi Rp 22,5 miliar. Namun di bagian laba entitas asosiasi menurun dari Rp 122,9 miliar menjadi Rp 52,8 miliar.

Beban penjualan juga meningkat dari Rp 4,58 miliar menjadi Rp 17,8 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari Rp 21,86 miliar menjadi Rp 32,1 miliar. Sehingga laba usaha perseroan merosot jauh dari Rp 105,8 miliar menjadi Rp 22,7 miliar.

Selain induk usaha Indomaret yang anjlok, pesaingnya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga ternayata bernasib hampir serupa. Meskipun, penurunan laba bersih dari persusahaan pemilik Alfamart itu lebih rendah.Sepanjang semester I-2017 perseroan hanya mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp 75,5 miliar. Angka itu turun 16,38% dibanding laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 90,37 miliar.

Pendapatan bersih Sumber Alfaria Trijaya sebenarnya meningkat dari Rp 26,87 triliun menjadi Rp 30,52 triliun. Namun pos beban pokok pendapatan membengkak dari Rp 21,8 triliun menjadi Rp 24,62 triliun. Sehingga laba bruto perseroan hanya meningkat dari Rp 5,03 triliun menjadi Rp 5,9 triliun.

Sayangnya beberapa pos beban dan biaya lainnya juga meningkat. Beban penjualan dan distribusi naik dari Rp 4,32 triliun jadi Rp 5,16 triliun, beban umum dan administrasi naik dari Rp 574,9 miliar jadi Rp 619,3 miliar.Biaya keuangan juga naik dari Rp 232,2 miliar jadi Rp 318,1 miliar. Beban pajak final juga naik dari Rp 30,7 miliar menjadi Rp 34,7 miliar. Sehingga laba periode berjalan perseroan turun dari Rp 83,2 miliar jadi Rp 38,8 miliar.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta, mengakui memang data-data makro ekonomi terlihat baik, seperti pertumbuhan ekonomi balik ke level 5% dan laju inflasi yang terjaga di kisaran 3%. Namun dia heran mengapa kondisi nyata di lapangan tidak terasa bagi pelaku industri ritel.

Tutum menambahkan, ritel di sub sektor minimarket seharusnya yang paling terasa imbasnya dari penurunan daya beli masyarakat. Sebab perusahaan minimarket bersentuhan langsung dengan masyarakat menengah ke bawah.

"Yang berhubungan langsung dengan konsumen di bawah itu minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. Mereka yang merasakan langsung orang punya duit apa enggak," tuturnya keepadaTutum juga yakin, perusahaan-perusahaaan ritel minimarket sebenarnya tidak terpengaruh dalam perubahaan kebiasaan masyarakat yang katanya beralih ke online. Memang diakuinya bahwa produk-produk pakaian sudah mulai bergeser, namun tidak dengan ritel minimarket.

"Kita sudah cek dan ricek, produk dari minimarket sangat sedikit yang ke online. Karena memang sehari-hari minimarket juga berhadapan langsung ke masyarakat bawah. Masyarakat menengah ke bawah perpindahan ke online tidak terlalu besar," terangnya


Baca Juga [ Ekonomi ]