Syahrial Oesman: Revolusi Mental Menuju Sumsel Jaya dan Sejahtera

Selasa, 22 Agustus 2017 10:25 WIB

Ilustrasi

LOGISNEWS, Gubernur Sumsel 2003-2008 mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumsel merupakan hal yang sangat penting mengingat tantangan di masa mendatang lebih kompleks seiring dengan era keterbukaan dan persaingan yang makin terbuka. Itu semua membutuhkan pribadi yang tangguh, kreatif dan berdaya juang tinggi.

Peningkatan sumber daya manusia itu harus menggunakan pendekatan revolusioner dengan mengubah pola pikir, perilaku dan pandangan hidup sehingga mempunyai integritas tinggi, mau bekerja keras dan punya semangat kerja sama atau gotong royong dan bersikap jujur. Bagi Ketua DPW NasDem Sumsel ini, revolusi mental  atau pembinaan karakter adalah jembatan emas menuju Sumsel jaya dan sejahtera.

"Kita bisa membangun Sumsel lebih maju lagi, jika kita mampu menjadikan rakyat sebagai agen pembangunan, tapi dengan syarat berani membuka diri untuk perubahan lebih baik, menghilangkan sifat malas bekerja, merasa cepat puas dan menghindar dari tuntutan perbaikan sesuai tuntutan zaman," demikian disampaikannya kepada awak media di Palembang, Selasa (22/08).

Calon gubernur Sumsel 2018 ini menjelaskan revolusi mental harus dilakukan semua pihak, tidak peduli pegawai negeri atau swasta, penduduk asli maupun pendatang, para pemimpin baik pemerintahan, organisasi sosial dan keagamaan, orang miskin atau kaya. Semua harus serentak merevolusi diri, memperbaiki hal-hal buruk, meninggalkan kebiasaan tidak baik.

"Revolusi mental adalah membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern," ujarnya.

Menurut Syahrial Oesman, membangun jalan, irigasi, pelabuhan, bandara, atau pembangkit energi adalah penting, tapi membangun sebuah wilayah tak hanya sekadar pembangunan fisik yang sifatnya material, namun sesungguhnya harus membangun dulu jiwa rakyatnya.

"Ya, dengan kata lain, modal utama membangun Sumsel adalah membangun jiwa rakyat. Gerakan revolusi mental juga semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tiga problem pokok bangsa yaitu; merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi dan terakhir melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional," pungkas Syahrial Oesman. []

Baca Juga [ Nasional ]