Membebaskan Ketergantungan Pertanian Kita

Kamis, 10 September 2015 10:38 WIB

Oleh Pebriyansah*

Pembangunan pertanian di Indonesia tetap dianggap terpenting dari keseluruhan Pembangunan ekonomi, apalagi semenjak sektor pertanian menjadi penyelamat perekonomian nasional karena justru pertumbuhan meningkat, sementara sektor lain pertumbuhanya negatif. Beberapa alasan yang mendasari pentingnya pertanian di Indonesia antara lain, potensi sumberdaya yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan cukup besar, besarnya penduduk yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.

Potensi pertanian yang besar sebahagian besar dari petani yang banyak tergolong miskin adalah sangat ironis terjadi di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi sektor pertanian secara keseluruhan.

Negara agraris merupakan sebuah negara dengan masyarakat mayoritas bergerak di bidang pertanian.  Namun di lapangan di temukan kenyatan bahwa pengembangan sektor pertanian terbentuk oleh biaya produksi yang tinggi, karena 72 % dari hasil produksi pertanian tersebut sudah pada sampai tingkat ketergantungan pada produk industri yaitu berupa pupuk dan pestisida, hal ini menyebabkan margin pendapatan yang di peroleh petani kurang menguntungkan dan sektor pertanian seakan-akan tidak layak di kembangkan.

Adanya lembaga yang di tugasi untuk bergerak di bidang pertanian relitanya masih tidak dapat di harapkan karena tetap saja pertanian kita tertinggal dengan negara lain dan tegangga. Kita masih selalu dan terus tergantung kepada produk yang produk tersebut belum pasti baik dan sesuai untuk pertania kita. Kemudian adanya lembaga Perguruan tinggi yang di dalamnya banyak terdapat akademisi dan ilmuan Pertanian namum belum juga mampu mengatasi persoaan pertanian mendasar tersebut. Sampai hari kita masih di hadapakan ekspor dari negara lain.

Bioteknologi Sebagai Solusi

Sebuah pertanian pasti membutuhkan bahan pembantu dalam rangka, penambahan hara, pengendalian hama dan penyakit. Semua ini biasanya hanya dilakukan dengan langsung mengaplikasikan produk-produk kimia. Produk kimia yang ada nyatanya tidak langsung membuat suatu perubahan pada kondisi pertanian bahkan membuat sebuah efek samping yang timbul dari pengunaan produk tersebut misalnya matinya mikroorganisme pada tanah yang kemudian membuat tanah semakin mengeras dan air tidak dapat di serap oleh tanah.

Efek lain adalah suatu penyakit semakin resisten terhadap suatu bahan yang di berikan kepada tanaman yang membuat tahan dan akan timbul jenis penyakit atau atau hama baru yang akan timbul lagi. Yang sangat parahnya lagi efek dari penggunanaan produk kimia adalah terhadap kesehatan manusia karena makan yang kita konsumsi sedikit banyak mengandung senyawa yang tidak dapat di urai oleh tubuh kita sehingga akan terjadi gangguan dan menyebabkan penyakit menyerang tubuh kita walaupun usia releatif muda. Selain itu bahaya kerusakan lingkungan sangat mengancam dan akan terjadi kerusakan dan pencemaran.

Pengguaan bioteknologi yang ada sebenarnya ada di sekitar kita yaitu dengan memanfaatkan enzin sebagai penggurai yang dapat di jadikan bahan pengguarai pembuatan pupuk, anti hama, pakan yang tentunya dengan proses fermentasi. Penggunaan bioteknologi yang sangat mudah dan tidak membahayakan bagi penggunanya dan lingkungan lebih terjaga.

Penemuan Lokal Sebagai Penganti Kimia

Banyaknya hasil penemuan atau uji coba yang di lakukan oleh para praktisi, petani, dan pelaku usaha pertanian sebanarnya dapat di gunakan dalam kegiatan pertanian yang ada. Namun sayangnya pemerintah tidak terlalu memperhatikan dari apa yang di temukan ini. Misalnya sebagai contoh sumatera barat banyak pratisi dan pelaku pertanian menemukan bahan sebagai penganti kimia. Misal yang di temukan oleh Ir. Dharmansyah M.Sc yaitu menemukan bioteknologi NT 45 yang dapat di gunakan dalam penggolahan kotoran hewan yang bisa di jadikan pengganti pupuk kimia, anti hama, penggungulan benih lokal , penggemukan sapi dengan enzim tersebut dapat di maanfaat untuk kegiatan pertanian yang ada dan tidak berbahaya bagi penggunaya.

Selain itu yang ditemukan oleh Ir. Kurnia Iskandar yaitu pupuk darah, yang selama ini tidak di maanfaatkan atau di buang begitu saja ternyata dengan pengolahan dapat di gunakan pupuk untuk tanah yang berdampak sangat baik bagi tanah. Selain itu penemuannya pembuatan pakan ikan organik, obat anti jamur. Penemuan pupuk darah yang di beri nama oleh pak Iskandar gaek asli Payakumbuh sangat praktis dan mudah di gunakan untuk pertanian. Misalnya untuk tanaman padi, jahe, kelapa sawit dan lain-lain. Yang jelas menurutnya tanah butuk makanan dan istrirahat namun kita tidak pernah memperhatikan itu, hanya mengambil hasil pertanian tampa memikirkan kebutuhan bagi tanah.

Makanya menurutnya manajemen low inputperlu di lakukan dalam kegiatan pertanian. Jadi tanah tetap mendapatkan nutrisi yang dapat di serap oleh tanaman.

Sebagai dari contoh yang di lakukan di atas masih ada lagi sederet penemuan yang di lakukan dalam menjawab persoalan pertanian. Mereka bertindak buka hanya berpikir untuk pertanian ini. Namun kebijakan dari pemerintah yang sangat setengah-setengah dari penggunaan pertanian organik. Perhatian kepada orang-orang yang mampu membuat suatu perubahanpun tidak ada, karena memang pemerintah yang ada sangat korup dan hanya menyengsarakan saja.

Pendampingan Pertanian

Apapun alasnya keberhasilan suatu program harus ada sebuah pendampingan langsung dan panjang, karena merubah mental dan karaktek yang selama ini sudah tertanaman di dalam bennak masyarakat sangatlah sulit, yang memang sudah lama di kecoki dengan menggunakan kimia selalu untuk pertanian yang di lakukan untuk pertanian. Padahal pertanian organik merupak pertanian zaman dahulu atau kalau bahasa minangnya jaman sisuak telah di lakukan nenek moyang kita, namaun ada sebuah kebijakan kemudian untuk menggunakan produk-produk kita yang memang banyak di produksi di negara kita, kemudian penggunaan iklanya dan promosinya begitu gencarnya di banding dengan organik, kerena memang mereka mengejar keuntungan saja.

Sebagai contoh kegiataan pendampingan langsung di kelompok-kelompok binaan masyarakat perlu terus di lakukan mulai dari pembuatan pupuk sampai ke pemasaran hasil pertanian. Pendampingan di sini bukan setegah-setegah bukan hanya mengajarkan saja kemudian di tiggalakan begitu saja. Konsep pendampingan dengan menggukan sebuah standar operasional yang terukur. Salah satu contoh yang di lakukan oleh Pusat pendidikan dan pelatihan Bioteknologi Sumbar yang di pimpin oleh Kanda Ahmad Gazali yang melakaukan pendampingan langsung kepada masyarakat kemudian pengkader pemuda-pemuda dan masyrakat yang ada tak lepas kawan-kawan mahasiswa untuk di kader juga.

Padahal jumlah mahasiswa pertanian cukuplah banyak namun amat sayang hanya sedikit yag mau terjun langsung untuk melakukan pendampingan langsung. Padahal mahasiswa pelekat Tridarma perguruan tinggi yang harus di lakukan sebagai tanggung jawab moril. Namun untuk menuju kesana hanya sebahagian kecil saja, seolah-olah sangat jauh dengan petani.

Membagun Kesadaran Manset Pertanian Total Organik

Bagaimanapun untuk sebuah keberhasilan pertanian haruslah ada sebuah kesadaran manset dan tindakan untuk kesana karena kalau hanya setegah-setegah hasil yang di harapakan akan setengah-setegah pula yang di dapatkan. Kesadaran ini meliputi mau bertindak untuk membuat pertanian yang memang benar-benar organik dan dilakukan secara terus menerus tidak hanya putus di tengah jalan. Padal jika menggunakan yang organik dari segi biaya sangat terbantukan. Selain kesadaran di sini termasuk juga untuk kesaran bertindak dengan menggunkan yang organik karena kita sangat butuh dengan sebuah kesehatan.

Ketua Bidang Pengelolaan sumber daya alam & Lingkungan Hidup Badko HMI  Sumatera Barat dan Aktif di lembaga Pendampingan Pertanian Pada Pusat pendidikan dan pelatihan Bioteknologi, dan pengiat pendampingan pada kelompok tani untuk organik, wakil ketua Bidang Bio dan Energi DPK HKTI Madina. Direktur Survey & Riset Volo Institute


Baca Juga [ Opini ]