Nias, Pulau Indah di Barat Sumatera

Jumat, 18 September 2015 06:51 WIB

Pulau Nias merupakan pulau terbesar yang ada di Pantai Barat Sumatera. Nias adalah gugusan pulau yang jumlahnya mencapai 132 pulau, membujur di lepas pantai barat Sumatra menghadap Samudra Hindia. Tidak semua pulau-pulau tersebut berpenghuni. Hanya ada sekitar lima pulau besar yang dihuni oleh manusia, yaitu Pulau Nias (9.550 km persegi), Pulau Tanah Bala (39,67 km persegi), Pulau Tanah Masa (32,16 km persegi), Pulau Tello (18 km persegi), dan Pulau Pini (24,36 km persegi). Di antara kelima pulau tersebut, Pulau Nias lah yang berpenghuni paling padat, dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.

Keindahan pulau Nias sudah tidak bisa diragukan lagi. Akrinomin yang paling terkenal untuk memperlihatkan keindahan alam Pulau Nias adalah Nusa Indah Aset Sumatera (NIAS).

Beberapa lokasi wisata yang cukup terkenal di Nias adalah:

1.  Pantai Gayu Soyo

 Sebuah pantai yang sangat unik karena memiliki warna pasir yang tidak lumrah. Pasirnya yang berwarna pink membuat pemandangan yang amat menarik dan jarang ada di mana-mana.

Lokasi Gawu Sayo ada di Desa Ombolata, Kecamatan Afulu Nias Utara, karena pantai ini belum banyak dikenal boleh jadi inilah salah satu "The hidden paradise".

2.  Pulau Asu

Julukan untuk pulau ini adalah "The Paradise on Earth". Pemandangan lautnya sangat eksotis dengan berbagai terumbu karang, ikan hias, koral, laut biru dan pantai berpasir putih.

Berada di Pulau Hinako, Nias Barat. Kita memerlukan waktu delapan jam pelayaran dari Gunung Sitoli untuk mencapai pulau ini..

3.  Pantai Lagundri dan Sorake

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake merupakan 2 pantai yang berada dalam satu garis pantai. Jarak kedua pantai itu hanya dua kilometer. Pantai Lagundri dan Pantai Sorake terletak di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Kedua pantai tersebut sudah tersohor di kalangan para peselancar profesional domestik maupun mancanegara.

Keduanya terkenal karena ombaknya yang menantang bagi para peselancar dan disebut-sebut sebagai tempat berselancar terbaik kedua setelah Hawaii.

4.  Pantai Toyolawa merupakan salah satu pantai yang cukup populer di Pulau Nias, tepatnya berada di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar dua jam perjalanan dari Gunung Sitoli.

Pantai Toyolawa memiliki hamparan pasir pantai berwarna putih dan merah kecoklatan. Sebagian pasir pantainya ada yang bercampur dengan bebatuan kerikil. Beberapa bebatuan karang serta deretan pohon kelapa juga tampak menghiasi bibir pantai ini.

5.  Pantai Tureloto terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Propinsi Sumatera Utara.

Keunik Pantai Tureloto ini adalah saat kita berenang akan mudah terapung seperti fenomena Laut Mati yang ada di negara Yordania. Karena kandungan garam yang cukup tinggi membuat badan manusia lebih ringan apabila berada didalam air. Jadi yang tidak bisa berenang tidak perlu khawatir untuk tenggelam.

6.  Tradisi Lompat Batu

Tradisi ini telah dilaksanakan sejak dahulu oleh para pemuda setempat. Sejak memasuki umur 7 tahun, para anak laki-laki di Kabupaten Nias Selatan sudah dilatih untuk melompati tali yang takaran tingginya semakin meninggi sesuai dengan bertambahnya umur mereka. Karena akan tiba pada saatnya ketika mereka harus melompati sebuah tumpukan batu yang ingginya mencapai 4 m. hal ini dilakukan sebgaai pembuktian bahwa mereka telah dewasa dan sudah pantas untuk meminang gadis pujaan.

7.  Desa Bawomataluo terkenal sebagai desa budaya dan budaya yang terkenal di desa ini adalah tradisi "Lompat Batu". Desa ini diusulkan menjadi kawasan warisan budaya dunia oleh Unesco.  Desa Bawomataluo berada di kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Desa inilah yang selalu rutin mengadakan acara Lompat batu yang terkenal itu.

8.  Orahili adalah nama kampung atau desa yang berada di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias  Selatan (Teluk Dalam). Tepatnya, posisi Orahili ini terletak di daerah pegunungan ataupun perbukitan dekat dengan lembah Sungai Gomo yang panjang dan lebar. Di Orahili sobat traveler dapat langsung menikmati peninggalan megalitik. Peninggalan megalitik sendiri adalah peninggalan dari jaman megalitikum yang terdiri dari batu-batu besar. 

9.  Danau Megoto terletak di Desa Ononamolo Tumula, Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara.     Danau Megoto sangat luas dan indah untuk objek Wisata, salah satu danau yang ada di Kepulauan  Nias dengan luas kurang lebih  :  240.000 M( L  = 400 M dan  P = 600 M ). Danau ini uniknya  pada hari-hari biasa warnanya bening namun pada saat tertentu danau tersebut secara alami mengalami perubahan warna.

10.  Tak hanya itu, Anda pun juga dapat menyambangi beberapa pulau yang merupakan gugusan Kepulauan Hinako. Seperti Pulau Bogi, Pulau Asu, Pulau Hinako, Pulau Bawa, Pulau Hamatula, Pulau Imana, Pulau Heruanga dan Pulau Langu.

Kedepalan pulau-pulau tersebut semuanya merupakan destinasi pariwisata di Kepulauan Hanako. Hanya saja tak semua pulau tersebut adalah pulau yang berpenghuni, sebab ada beberapa pulau diantara pulau-pulau tersebut yang sama sekali tidak berpenghuni.

Pulau-pulau tersebut dapat dicapai dengan waktu tempuh yang singkat karena jarak antar satu pulau dengan pulau yang lainnya sangat dekat sekali.

Bahkan apabila Anda berada di salah satu pulau, maka Anda juga akan melihat pulau-pulau lainnya yang tampak membentuk daratan hijau di atas perairan yang biru dengan jarak pandang yang sangat dekat.

Selain keindahan alam, kehidupan masyarakat Nias juga masih kental dengan adat istiadat. Orang Nias menyebut diri mereka sebagai Ono Niha (anak manusia). Kemudian pulau Nias disebut sebagai Tanő Niha (tanah manusia). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam hukum adat dan kebudayaan yang sangat kental. Hukum adat Nias secara umum disebut fodrakő yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Jauh sebelumnya, masyarakat Nias primitif hidup dalam budaya megalitik. Hal ini terlihat dari peninggalan sejarah seperti artefak-artefak yang masih ditemukan di banyak wilayah pedalaman pulau Nias sampai sekarang ini.

Masyarakat Nias juga mengenal sistem kasta. Ada dua belas tingkatan kasta. Dari tingkatan kasta yang ada, yang tertinggi adalah "Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini, seseorang harus mampu mengadakan pesta besar selama berhari-hari dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ratusan/ekor babi. Biasanya orang-orang yang melakukan ini adalah mereka yang memiliki harta dan emas.

Sangat banyak ritual adat berlangsung saban waktu di bumi Ono Niha ini, salah satunya adalah  famaoso dola, atau pengangkatan tulang-tulang kembali para leluhur. Upacara ini biasanya berlaku bagi kaum bangsawan. Kepala orang yang diambil waktu perburuan ditempatkan di atas kuburan bangsawan pada saat famaoso dola. Upacara ini menggambarkan pandangan eskatologis orang Nias. Ada keyakinan yang berkembang di Nias bahwa leluhur yang sudah mati itu akan bangkit kembali atau akan terjadi kelahiran kembali ketika kepala-kepala hasil buruan itu dipersembahkan.

Penulis: Syafriwan Marbun


Baca Juga [ Travel ]