Drama Musikal Jambar Ni Parsubang

Gabema Tapteng-Sibolga Akan Gelar Pementasan Drama Musikal "Jambar Ni Parsubang"

Senin, 19 Oktober 2015 10:43 WIB

Jambar Ni Parsubang

JAKARTA - DPP Gabema Tapteng-Sibolga  akan menggelar pementasan drama musikal "Jambar Ni Parsubang". Pementasan ini akan dilaksanakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Senin (27/10/2015).

Drama spektakuler  dengan konten kearifan lokal ini diproduksi oleh Gabema (Perkumpulan Besar Masyarakat Tapanuli Tengah) Sibolga, dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, yang bertindak sebagai Pelindung dan Penasehat. Melibatkan para aktor, aktris dramawan muda, diantaranya Ika Ruz Wulan, Jerio Jeffry, Deliana Siahaan, Beatrix Sinaga, Yulieta Pasaribu, Rudy Tornado S, Muh. Zaini R, dan puluhan pemain lainnya.  

Pementasan drama musikal "Jambar Ni Parsubang" ini juga didukung oleh tim produksi dan tim artistik, yang merupakan seniman profesional, seperti Eddie Karsito (Supervisor Produksi), Albert Indra (Produser), Kohar Kahler (Penata Musik) didukung Kelompok Musik Batak Bona Gondang, serta master tari dunia, Dewi Sulastri, yang dipercaya sebagai Penata Tari (choreographer), dan Budi Klontong (Penata Artistik). 

Ketua Umum DPP Gabema Tapteng-Sibolga Albiner Sitompul yang juga penggagas sekaligus sutradara pementasan drama musikal "Jambar Ni Parsubang" menyatakan, pementasan drama"Jambar Ni Parsubang"  ini didasari atas pemikiran bahwa Indonesia memiliki  keragaman dan keunikan budaya dan nilai-nilai estetika yang terkandung di dalamnya.

Menurut Albiner, ide cerita "Jambar Ni Parsubang" dibuat berdasarkan kondisi Sibolga-Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang  masyarakatnya multi kultur: China, Arab, Yunani, Portugis, India, Belanda, yang kemudian menciptakan akulturasi budaya dengan masyarakat setempat: Melayu dan Batak.

"Jambar Ni Parsubang bermakna harmoni. Jambar Ni Parsubang bagi kami adalah sebuah pernyataan; janji atau ikrar yang teguh disertai tekad melakukan melakukan sesuatu kea rah lebih baik; harmoni. Menempatkan setiap orang bisa mendapatkan hak dan kehormatannya. Kita (Indonesia) sebagai bangsa besar yang berdaulat, dengan keragaman suku, entitas, agama, dan berbagai latar belakang budaya, namun tetap damai dalam harmoni," jelas Albiner.

Ditambahkan Albiner, drama musikal "Jambar Ni Parsubang" menjadi strategi transformasi kebudayaan dengan sasaran anak muda. Menurutnya, sejak era Kebangkitan Nasional, Kemerdekaan hingga Reformasi, Indonesia selalu tumbuh bersama anak muda. Maka selayaknya strategi transformasi kebudayaan berbasis pada potensi anak muda. Yaitu; anak muda yang terampil dan kreatif - memiliki kompetensi global, tumbuh berdasarkan potensi multikultural bangsa.

"Strategi inilah selayaknya tersosialisasi dan dapat menjadi panduan serta memiliki skala prioritas bagi masyarakat kita," ujar Albiner Sitompul.

Albiner berharap, pementasan drama "Jambar Ni Parsubang" dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menjalin kontak masa silam mengenal legenda diri. Menggali kearifan lokal, seni tradisi, serta adat budaya, yang menyebar dan mengakar, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah Sibolga, Sumatera Utara. Menjadi bagian dari ikhtiar mempertahankan eksistensi tradisi. Mengisi kekosongan jati diri dari fenomena sosial kehidupan masyarakat yang makin rongseng, dengan strategi ekonomi materialistik. Di tengah ruang publik yang keras, vulgar, massal, dangkal, peniru, instan, konsumtif dan koruptif. 

"Saya kira ini adalah kesenian rakyat. Siapa saja boleh datang. Ini harus menjadi kenduri bersama. Menjadi peristiwa kolektif yang akan kita wariskan. Sehingga ada nilai kuat yang terkandung dan membuat masyarakat menjadi kuat," ungkap Albiner.

Dia menambahkan, banyak hal dan faktor kebudayaan yang menjadi landasan bangsa ini. Salah satunya adalah karya seni yang tidak rentan oleh tempo dan kemutakhiran. "Jadi, aspirasi masyarakat dapat kita akomodir dengan berbagai cara. Salah satunya lewat karya seni. Di sinilah kesempatan kalu mau kita bangun bangsa secara bersama-sama. Karena dengan seni dan budaya kita menjadi besar dan kuat," kata Albiner kembali menegaskan.

Produser drama musikal "Jambar Ni Parsubang" Albert Indra,  mengatakan, pementasan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh nasional, diantaranya mantan Presiden Prof. Dr. H. BJ Habibie, dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, serta para tokoh asal Tapanuli Tengah, antara lain, politisi senior Akbar Tanjung, pengusaha Chairul Tanjung, dan para tokoh lainnya. 

"Adalah keharusan bagi siapapun untuk mendukung gagasan besar ini, tak terkecuali para tokoh. Melalui upaya ini bagaimana anak muda ditumbuhkan keseimbangan psikologis, sosiologis, maupun cita rasa estetiknya. Menanamkan nilai-nilai kerjasama, kekompakan, ketertiban, ketekunan, kedisiplinan, idealisme dan tanggungjawab, yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan mutu hidup bagi masyarakat," ujar Albert Indra, yang juga merupakan salah satu tokoh muda asal Sibolga.[] Sunardi Panjaitan

Baca Juga [ Gaya Hidup ]